5 Cara Menghilangkan Sakit Kepala Tanpa Obat-obatan

Sakit kepala bisa mengganggu aktivitas siapa pun yang mengalaminya. Organisasi Kesehatan Dunia mencatat, sebanyak tiga perempat orang dewasa berusia antara 18 dan 65 tahun mengalami sakit kepala pada tahun lalu.

Ahli saraf bersertifikat yang berbasis di Colorado, Amerika Serikat, Jocelyn Bear, mengatakan sakit kepala diklasifikasikan jadi dua, primer seperti migrain atau sakit kepala tegang, serta sekunder yang disebabkan oleh hal lain, seperti trauma pada kepala atau stroke.

Untuk meredakan rasa sakit kepala, banyak orang yang menggunakan obat yang dijual bebas. Namun, hati-hati, meminum pil juga bisa menjadi penyebab sakit kepala kronis, kata Bear.

Ada banyak cara alami untuk meredakan sakit kepala, tergantung pada jenis sakit kepala yang alami. Berikut adalah lima metode yang didukung sains yang patut dicoba, seperti dilansir dari Real Simple, Kamis, 11 November 2021.

1. Cukup minum

Ada banyak alasan mengapa orang harus memenuhi kebutuhan air, antara lain mengatur tubuh, menjaga persendian tetap terlumasi, memberikan nutrisi ke sel, dan membuat kulit tampak bercahaya dan awet muda.

Air juga bisa menjadi obat yang berguna untuk mengatasi migrain. Sebuah penelitian yang dimuat di European Journal Neurology menunjukkan bahwa orang-orang yang meminum 1,5 liter air tambahan per hari mengalami lebih sedikit sakit kepala serta kurang intens bila dibandingkan dengan mereka yang diberi obat migrain plasebo. Minum air putih yang cukup juga dapat meredakan sakit kepala hanya dalam waktu 30 menit.

2. Jangan bergadang

Bergadang atau tidur kurang dari tujuh hingga sembilan jam bisa menyebabkan kelelahan, suasana hati yang buruk, ingatan yang buruk, sistem kekebalan yang melemah, dan masih banyak lagi. Ini jug ajadi alasan kepala berdenyut. Menurut penelitian dalam jurnal Medicine, mereka yang memiliki kualitas tidur yang buruk mengalami frekuensi sakit kepala yang lebih tinggi.

3. Olahraga

Meski jarang orang mau olahraga saat sakit kepala, menggerakkan tubuh bisa membuat perbedaan. Saat berkeringat, tubuh melepaskan endorfin, dopamin, dan nor-adrenalin, yang berfungsi sebagai penghilang rasa sakit alami dan memodulasi respons rasa sakit tubuh, kata Michele Olson, profesor klinis senior ilmu olahraga di Huntingdon College di Montgomery. “Efek endorfin, dopamin, dan nor-adrenalin berlangsung selama sekitar dua jam,” kata Olson.

4. Cukupi asupan magnesium

Asupan magnesium yang cukup membantu mencegah migrain, kata Adelene E. Jann, spesialis pengobatan sakit kepala dan asisten profesor klinis neurologi di NYU Kesehatan Langon. Penelitian juga menunjukkan bahwa kekurangan magnesium meningkatkan depresi penyebaran kortikal, mengubah pemrosesan nosiseptif dan pelepasan neurotransmitter, dan mendorong agregasi hiper trombosit yang berperan menyebabkan migrain.

5. Batasi main gawai

Paparan cahaya biru dari layar gadget lama kelamaan dapat menyebabkan kerusakan retina. Ini diyakini berkontribusi pada masalah penglihatan seperti degenerasi makula, jelas dokter mata Kara Hartl.

Tetapi salah satu efek langsungnya adalah sakit kepala. Untuk membantu mencegahnya, gunakan pelindung layar untuk komputer atau tablet. Pilihan lainnya adalah mengaktifkan mode malam di komputer, ponsel, dan tablet. “Karena mode malam mengurangi kecerahan layar dan mengurangi ketegangan mata dalam prosesnya,” kata Hartl.

Dia juga menyarankan membatasi waktu layar dengan istirahat setiap 20 menit untuk meminimalkan risiko sakit kepala.

YINOLA CRISSY ELENROSE HADRIAN | REAL SIMPLE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.